- Prinsip keunggulan komparatif
Untuk mewujudkan efisiensi dalam usaha tani, maka dibutuhkan ketepatan waktu dan tempat dalam memproduksi produk yang diusahakannya. Sebagai contoh, dalam usaha tani stawberi di Indonesia banyak ditanam di daerah dataran tinggi karena memang keadaan fisik pada lokasi inilah yang tepat untuk tanaman tersebut, sehingga dapat menghasilkan outcome yang maksimal.
- Prinsip kenaikan hasil yang berkurang/The law of deminishing return
Prinsip ini sangat tepat untuk menentukan tingkat produksi terbaik yang dihadapkan dengan terbatasnya sumber daya yang tersedia. Salah satu contohnya yaitu dalam menentukan jumlah tenaga kerja pada suatu kegiatan usaha tani, seorang manajer usaha tani akan terus menambah jumlah tenaga kerja sampai pada titik rasional dengan keuntungan yang paling tinggi. Manajer usaha tani tersebut akan berhenti menambah tenaga kerja, jika penambahan tersebut justru menimbulkan penurunan keuntungan.
- Prinsip substitusi /The principle of Substitution
Prinsip subtistusi ini memberikan penjelasan mengenai metode berproduksi yang dapat memberikan manfaat besar dengan biaya sekecil – kecilnya. Contoh yang terjadi pada usaha tani di Indonesia, misalnya peternak itik yang biasanya menggunakan ikan sebagai makanan ternaknya, kemudian diganti dengan keong mas yang ternyata memiliki kandungan protein setara dengan ikan, dan tentunya dapat menekan biaya produksi, di mana harga keong mas jauh lebih murah dibandingkan harga ikan.
- Prinsip analisis biaya/Farm expenditure (Pengeluaran Biaya Pertanian)
Prinsip analisis biaya merupakan prinsip menentukan harga sesudah menghitung biaya produksi. Sesuai dengan tujuan perusahaan, yaitu memperoleh keuntungan, maka prinsip inilah yang digunakan para pelaku usaha tani. Contoh pada usaha ternak itik petelur, pelaku usaha tani di bidang peternakan itik tersebut menghitung seluruh biaya yang dikeluarkan, seperti bibit, makanan ternak, vitamin, tenaga kerja, dan biaya lainnya. Kemudian output, berupa telur itik, dijual dengan harga yang disesuai dengan biaya produksinya. Selain itu, untuk menentukan harga dapat dengan menjumlahkan biaya produksi dengan keuntungan yang diinginkan, atau juga menentukan harga yang disesuaikan dengan memperhatikan harga yang ditawarkan pesaing.
- Prinsip biaya yang diluangkan/ The principle of Opportunity cost
Merupakan prinsip memilih cabang usaha dengan mengorbankan cabang usaha lain. Misalnya peternak itik petelur yang benar – benar focus dalam mengusahakan pemaksimalan output berupa telur itik akan kehilangan kesempatan untuk menjadi pengusaha ternak telur itik tetas.
- Pemilihan cabang usaha
Prinsip pemilihan cabang ini merupakan keleluasaan bagi pelaku usaha tani untuk memilih cabang usahanya. Dengan indicator keberhasilan dapat memperoleh penghasilan yang tinggi dengan biaya yang rendah. Misalnya, seorang petani padi tidak hanya menanam padi beras putih, tetapi memperluas cabang usahanya dengan menanam beras ketan dan beras merah, dengan catatan asalkan penambahan cabang usahanya itu dapat meningkatkan penghasilan dari petani tersebut.
- Baku timbang tujuan (Goal Trade-off)
Di era globalisasi dengan persaingan yang semakin ketat, prinsip baku timbang tujuan ini sangatlah tepat untuk mewujudkan efisiensi usaha tani. Contoh yang terjadi di Indonesia, ketika para petani di suatu wilayah beramai – ramai menanam padi, ternyata ada petani yang beralih menanam ubi. Petani ubi tersebut sudah barang tentu menghasilkan pendapatan lebih tinggi karena sedikitnya pesaing yang mengusahakan produk serupa dengan petani ubi tersebut.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar