11. Franchise bisnis. (waralaba).
Waralaba adalah suatu sistem distribusi produk dan jasa yang sangat kuat. Sistem ini diciptakan di Amerika Serikat dan sekarang telah merambah hampir ke semua negara di dunia. Waralaba memberi peluang pada pengusaha kecil untuk bertahan dan memperoleh kemakmuran dalam pasar yang kompetitif dengan cara menggabungkan keunggulan kekuatan yang dimiliki jaringan besar dengan inisiatif dan dedikasi pemilik bisnis individual.
Waralaba bisa didefinisikan sebagai suatu hubungan strategis antara franchisor dan franchisee dimana keduanya mendapat banyak keuntungan dari hubungan ini. Definisi yang umum dari waralaba adalah sebuah sistem pendistribusian barang atau jasa kepada pelanggan akhir, dimana pemilik merek (franchisor) memberikan hak kepada individu atau perusahaan untuk melaksanakan bisnis dengan merek, nama, sistem, prosedur dan cara-cara yang telah ditetapkan sebelumnya dalam jangka waktu tertentu meliputi area tertentu. Sebagai imbalan bagi kemitraan ini, tentu saja franchisee harus membayar sesuatu, yaitu franchise fee dan royalti. Royalti memberikan pemasukan yang dibutuhkan franchisor untuk bekerja dan menyediakan sistem-sistem pendukung, dan juga menyediakan tenaga yang dibutuhkan untuk memenuhi kepentingan semua pemilik waralaba dalam sistem ini.
Waralaba (franchise) adalah perikatan antara Pemberi Waralaba dengan Penerima Waralaba dimana Penerima Waralaba diberikan hak untuk menjalankan usaha dengan memanfaatkan dan/atau menggunakan hak kekayaan intelektual atau penemuan atau ciri khas usaha yang dimiliki Pemberi Waralaba dengan suatu imbalan berdasarkan persyaratan yang ditetapkan oleh Pemberi Waralaba dengan sejumlah kewajiban menyediakan dukungan konsultasi operasional yang berkesinambungan oleh Pemberi Waralaba kepada Penerima Waralaba.
Waralaba atau franchise adalah sebuah bisnis yang memanfaatkan dana dari masyarakat, layaknya perusahaan yang sudah go public.
2. Aliansi bisnis (kemitraan antar perusahaan).
Seperti diketahui bahwa salah satu strategi untuk memperluas dan meningkatkan kepercayaan pasar yaitu dengan cara asosiasi antar perusahaan. Di masa ini, tidak ada perusahaan yang menyediakan seluruh produk dan jasa dalam satu atap. Di hampir seluruh bidang, banyak perusahaan yang membentuk aliansi bisnis guna saling melengkapi
dalam usahanya memberikan layanan kepada konsumen.
Aliansi bisnis merupakan fundamental untuk berkembang & meraih market awarenes. Walau dalam skala kecil tetapi dengan produk atau jasa yang saling melengkapi maka akan memberikan suatu nilai tambah, misalnya, pelanggan yang datang diberikan saran dan rekomendasi kepada partner bisnis yang memiliki produk atau jasa yang dibutuhkan pelanggan tersebut.
Efek selanjutnya adalah partner bisnis tersebut akan mempromosikan produk atau jasa perusahaan tadi sehingga merupakan mutual benefit bersama dalam menghadapi kompetitor.
Aliansi bisnis membantu menghalau batasan atau penghalang dan jika dijalankan dengan baik maka partner bisnis akan merekomendasikan Anda dan menambah referal bisnis Anda.
Di dunia bisnis, term yang digunakan untuk menggambarkan koalisi adalah aliansi bisnis yang biasanya adalah para pihak yang saling bersaing. Aliansi bisnis sangat beragam sesuai dengan tujuan yang mendasarinya.
3. Memulai bisnis.
Bisnis adalah tindakan dan tindakan adalah kepanjangan dari pemikiran. Starting bisnis berarti bahwa kita menjalankan bisnis kita sendiri dengan apa adanya. Dengan tidak bermitra dengan perusahaan lain, waralaba, korporasi dsb. Dengan lain kata, bisnis ini dijalankan dengan kehendak pemiliknya dan idenya datang dari pemilik perusahaan itu sendiri,
4. Korporasi bisnis (kerjasama dalam berbisnis).
Akhir-akhir ini, komunitas konsumen menjadi semacam euforia di kalangan korporasi pemilik brand dan penyedia jasa, bahkan masyarakat sendiri. Di dunia teknologi informasi dan komunikasi khususnya, hadir komunitas konsumen yang tumbuh dengan kesadaran dan inisiatif konsumen sendiri, tetapi ada pula komunitas yang serius digalang oleh korporasi.
Peran besar komunitas dalam memberi masukan kepada pemilik brand dan dalam membantu konsumen sendiri dalam mengambil keputus an membuat kumpulan ini dipandang korporasi sebagai mitra penting bahkan aset bisnis mereka. Sebaliknya, di kalangan konsumen, bergabung dalam jejaring komunitas boleh jadi memberi semacam daya tawar sendiri ketika mereka berurusan de ngan pemilik produk atau jasa.
Singkat kata, komunitas menjadi semacam medium berekspresi bagi konsumen dan pemilik brand. PT Indosat Tbk adalah salah satu contoh korporasi yang aktif dan serius memfasilitasi komunitas-komunitas yang hadir di lingkup bisnis layanannya. Sebut saja komunitas BlackBerry Indosat dan memberi perhatian yang sama besar pada komunitas Android yang dibentuk secara sukarela.
Uraian di atas secara implisit menunjukkan adanya tiga faktor penting dalam strategi korporasi. Pertama berkaitan dengan penciptaan nilai (value creation) sebagai tujuan utama strategi korporasi. Faktor kedua berhubungan dengan konfigurasi berbagai sumber daya yang ada guna menunjang usaha (venture) pada berbagai lingkup bisnis, dan faktor ketiga terkait dengan bagaimana perusahaan mengkoordinasikan semua aktivitas bisnisnya dalam hirarki korporasi untuk mewujudkan penciptaan nilai.
Strategi korporasi menunjukkan adanya kerjasama antar perusahaan demi mewujudkan tujuan tertentu.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar